Celoteh Pena

Seuntai kalimat

Rasanya masih sama dengan ketidak pastian diambang perpisahan. Yang kukhawatirkan bukan perpisahan, melainkan melupakan kenangan-kenangan kita yang telah lalu. Perihal cada tawa itu,masih kuingat bahwa kamu akan berusaha membuatku tersenyum, meskipun dalam keadaan apapun. Perihal ketidakjelasan alur yang bukan dibuat oleh kita. Aku dan kamu hanyalah sepasang insan yang tak sengaja dipertemukan, dari DIA. Menyusuri… Continue reading Seuntai kalimat

Uncategorized

Ayah

Ayah, aku hanya ingin berkata bahwa aku rindu. Sangat bosan memang berkali-kali mengucapkan kata itu. Aku yang tak faham akan datang dan perginya dirimu, juga tidak ingat rupamu. Denting rindu yang selalu membara, memaksaku untuk terus menyebut namamu dalam do’aku. Entah kapan semuanya terjadi bukan hanya sekadar ilusi. Atau memang ini benar-benar ilusi? Ilusi yang… Continue reading Ayah